Agen Bola – Lionel Sanchez melepaskan hook yang membuat hidung Humberto Maschio patah. Sementara Giorgio Ferrini harus diseret polisi lantaran menolak diusir keluar lapangan. Battle of Santiago, laga Piala Dunia tak pernah sebrutal ini.

Chille vs Italia

Battle of Santiago adalah julukan yang melekat pada laga Chile vs Italia di Piala Dunia 1962. Pemberian istilah ‘battle’ (pertempuran/perang) sesungguhnya bukan sesuatu yang berlebihan karena laga tersebut benar-benar brutal dan membuat beberapa pemain sampai mencucurkan darah di atas lapangan.

Pertandingan ini dilangsungkan di Estadio Nacional yang terletak di Santiago, ibukota sekaligus kota terbesar di Chile. Sebanyak 66.057 orang menyaksikan pertandingan ini langsung di stadion. Dipimpin wasit Ken Aston (Inggris) laga ini memunculan Chile sebagai pemenang dengan skor 2-0.

Jelang Pertandingan

Panasnya tensi laga ini sudah dimulai bahkan beberapa hari sebelum kickoff. Sebabnya adalah laporan berita yang dibuat dua jurnalis Italia – Antonio Ghiredelli dan Corrado Pizzinelli – terkait turnamen. Keduanya dituding menurunkan tulisan yang buruk soal Kota Santiago dan Chile secara keseluruhan, yang disebut sebagai tempat yang kumuh, banyak orang miskin dan banyak penjaja seks.

Kondisi Chile ketika itu memang sedang kurang menguntungkan karena dua tahun sebelum Piala Dunia mereka diguncang gempa besar. Gempa Valdivia di tahun 1960 menggoncang Chile dengan kekuatan 9,5 skala richter, gempa terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah dunia. Akibat gempat tersebut empat dari delapan stadion yang disiapkan menggelar pertandingan mengalami kerusakan.

Dua jurnalis asal Italia itu akhirnya pulang bahkan sebelum pertandingan dimulai. Nasib nahas justru dialami seorang wartawan Argentina yang dianiaya beberapa orang di sebuah bar karena dikira jurnalis asal Italia.

Italia cuma berimbang dengan Jerman Barat pada pertandingan pertamanya, sementara Chile meraih kemenangan gemilang dengan skor 3-0 atas Swiss.

Jalannya Pertandingan

Italia masuk ke Estadio Nacional dengan seragam kebesarannya baju biru celana putih. Sementara Chile tampil dengan warna merah. Ken Aston yang jadi wasit dalam laga ini sebelumnya juga memimpin pertandingan Swiss dengan Chile. Bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan tensi tinggi sudah terbangun, kedua tim disebut sudah saling meludahi.

Pelanggaran pertama dalam pertandingan itu terjadi di detik ke-12. Sementara di menit kelima wasit Aston sudah harus turun tangan untuk menghindari terjadinya perkelahian antara pemain.

Pada menit 12 wasit mengusir Giorgio Ferrini (Italia) setelah dia melanggar Honorino Landa dengan tendangan keras ke arah badan. Tapi upaya sang pengadil mengeluarkan Ferrini bukan perkara mudah karena dia menolak meninggalkan lapangan. Butuh waktu delapan menit dan segerombolan polisi untuk menyeret Ferrini keluar lapangan, sementara si pemain tetap mengeluarkan umpatan dan terus melepaskan tendangan.

Tapi itu belum apa-apa. Beberapa saat sebelum turun minum Leonel Sanchez dilanggar dengan keras oleh Mario David di sisi kiri lapangan. Yang mengejutkan adalah reaksi balasan Sanchez karena dia langsung melepaskan pukulan hook yang membuat Mario David KO. Pukulan itu membuat hidung Mario patah.

Meski kejadiannya tepat di hadapan hakim garis, Leonel Sanchez lolos dari hukuman diusir dari lapangan.

Namun Mario David tak terima begitu saja dirinya ditinju karena beberapa menit kemudian dia melancarkan aksi balas dendamnya. Dalam sebuah perebutan bola di tengah lapangan Mario David terbang sambing mengangkat kakinya, sepatunya pun tepat mengenai kepala Leonel Sanchez. Kali ini wasit memutuskan mengusir Mario David. Itu artinya Italia harus bermain dengan sembilan orang sementara Chile masih genap 11 pemain.

Di babak kedua Sanchez kembali mengeluarkan jurus tinjunya. Kali ini Humberto Maschio yang jadi korbannya. Pertandingan pun lebih telihat sebagai laga rugby ketimbang sepakbola.

Meski bermain dengan sembilan orang Italia berhasil menahan gempuran-gempuran Chile. Pertahanan mereka akhirnya jebol di menit 73. Dari tendangan bebas kiper Carlo Mattrel meninju bola menjauh dari gawangnya. Namun si kulit bundar justru mengarah ke Jaime Ramirez yang merebound bola dengan kepalanya ke dalam gawang gawang.

Tiga menit sebelum laga tuntas Chile berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini melalui tendangan jarak jauh Jorge Toro.

Pascapertandingan

“Saya tidak memimpin pertandingan sepakbola, saya ketika itu menjadi wasit dalam sebuah aksi menuver militer,” sebut wasit Ken Aston beberapa hari setelah pertandingan.

Aston mengalami cedera saat memimpin pertandingan itu, dan absen sampai Piala Dunia 1962 tuntas. Dia lantas ditunjuk FIFA untuk masuk dalam Komite Wasit dan mengabdi selama delapan tahun. Dalam periode kerjanya itu dia melakukan banyak inovasi terkait kerja wasit, termasuk menghadirkan ofisial keempat dan yang paling terkenal memunculkan aturan soal kartu kuning dan kartu merah.

Butuh beberapa hari sebelum publik Eropa menyaksikan rekaman pertandingan tersebut melalui tayangan televisi. Salah satu komentar yang paling dikenal terkait laga tersebut dilontarkan oleh penyiar BBC David Coleman.

“Selamat malam. Pertandingan yang akan Anda saksikan adalah pertandingan sepakbola paling bodoh, paling mengerikan, menjijikkan dan pertunjukan sepakbola yang memalukan, mungkin di sepanjang sejarah sepakbola.”

. . .