Agen Taruhan IBCBET – Pelatih Kroasia Niko Kovac merasa kecewa sekaligus geram dengan kepimpinan wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura dalam memimpin laga perdana Brasil kontra Kroasia di laga pertama Grup A Piala Dunia. Sang pelatih merasa wasit sudah merugikan timnya, dan membuat timnya, seakan ingin mengemas koper saat ini juga dan itu sungguh disayangkan oleh pelatih Kroasia ini.

Niko Kovac

“Jika laga seperti itu menjadi awal kami di Piala Dunia, maka sebaiknya kami menyerah sekarang dan pulang. Kami berbicara mengenai respek, itu bukanlah sebuah respek. Kroasia tak mendapatkan apapun dan jelas saya kecewa,” kata Kovac seperti dilansir BBC.

Saat melakoni pertandingan melawan Selecao di Arena de Sao Paulo, Sao Paolo, Kroasia kalah dengan skor akhir 1-3. Sebenarnya, Kroasia mampu unggul lebih dulu di menit 11 setelah Marcelo mencetak gol bunuh diri usai salah mengantisipasi umpan silang Iviica Olic.

Agen Taruhan IBCBET – Namun, tim Samba mampu menyamakan kedudukan 18 menit kemudian lewat sepakan jarak jauh Neymar, sebelum berbalik unggul setelah wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura, menunjuk titik putih akibat Dejan Lovren dinilai melanggar Fred di kotak penalti di menit 71 dan memberikan Lovren kartu kuning atas aksinya tersebut.

Keputusan inilah yang kemudian diprotes oleh Kovac, dan menganggap Fred melakukan diving karena dianggapnya sedikit kontak yang terjadi sehingga seharusnya itu bukanlah sebuah hal yang masuk dalam kategori pelanggaran. Pada prosesnya, Neymar mampu mengeksekusi penalti itu dengan sempurna untuk membawa Brasil berbalik unggul. Brasil akhirnya mengunci kemenangan setelah Oscar berhasil membobol gawang yang dikawal Stipe Pletikosa pada masa injury time babak kedua dan menyudahi perjuangan Kroasia untuk dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah seranan bertubi-tubi kroasia justru menjadi Boomerang untuk tim sehingga menghasilkan gol ketiga untuk tim tuan rumah.

Agen Bola – Seusai pertandingan, Novac pun langsung mengungkapkan kekecewaannya atas kepemimpinan Nishimura. “Jika itu merupakan penalti, kami tak perlu bermain sepakbola lagi. Mari bermain bola basket sebagai gantinya, itu sungguh memalukan,” imbuhnya.

. . .